Analisis Kinerja Load Balancing Menggunakan Metode PCC pada Jaringan Multi-ISP di SMA Negeri 1 Gorontalo
1. Belum optimalnya pemanfaatan tiga jalur internet yang tersedia.
2. Terjadinya ketidakseimbangan beban trafik antar-ISP.
3. Koneksi internet yang kurang stabil saat penggunaan tinggi.
4. Tidak adanya sistem load balancing yang mampu mendistribusikan trafik secara merata dan stabil.
1. Menganalisis kondisi jaringan internet yang berjalan di SMA Negeri 1 Gorontalo, khususnya dalam pemanfaatan tiga jalur ISP yang tersedia.
2. Merancang dan mengimplementasikan sistem load balancing multi-ISP menggunakan metode Per Connection Classifier (PCC) pada Mikrotik Router sebagai solusi optimasi jaringan.
3. Menguji dan mengevaluasi kinerja jaringan sebelum dan sesudah penerapan metode PCC, berdasarkan parameter:
-Throughput (kecepatan transfer data)
-Latency (waktu tunda)
-Packet loss (kehilangan paket)
-Distribusi beban trafik antar-ISP
4. Menganalisis efektivitas metode PCC dalam meningkatkan stabilitas, efisiensi bandwidth, dan pemerataan beban koneksi internet di lingkungan SMA Negeri 1 Gorontalo.
5. Memberikan rekomendasi konfigurasi jaringan yang optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis digital di sekolah.
(Teoritis)
1. Memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang jaringan komputer, khususnya terkait teknik load balancing multi-ISP menggunakan metode Per Connection Classifier (PCC).
2. Menjadi referensi akademik bagi mahasiswa atau peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji implementasi dan analisis metode PCC pada perangkat Mikrotik Router.
3. Memperkaya kajian teoritis mengenai manajemen trafik jaringan dan optimasi bandwidth dalam lingkungan pendidikan.
4. Menambah literatur ilmiah terkait penerapan metode PCC sebagai solusi peningkatan stabilitas dan efisiensi jaringan multi-ISP.
(Praktis)
1. Memberikan solusi nyata untuk mengoptimalkan penggunaan tiga jalur internet agar lebih stabil dan efisien.
2. Meningkatkan kualitas akses internet dalam mendukung kegiatan pembelajaran digital, administrasi sekolah, dan ujian berbasis komputer.
3. Menjadi panduan teknis dalam mengimplementasikan dan mengelola load balancing menggunakan metode PCC pada Mikrotik.
4. Membantu dalam pengambilan keputusan terkait konfigurasi jaringan yang lebih optimal.
Eksperimen dengan pendekatan Kuantitatif
penelitian ini menerapkan metode Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis dan desain, simulasi, implementasi, manajemen, dan monitoring.
1. Analisis Kondisi Jaringan Awal
2. Perancangan Sistem
3. Implementasi Sistem
4. Pengujian Sistem
5. Analisis Data
6. Evaluasi Dan Kesimpulan