Masuk
1 Isi dengan NIM untuk Mahasiswa & NIP untuk Dosen
Detail Usulan Topik
Nama & NIM
Nur Rakhmah Rabi'ah Syah (531422020)
Program Studi & Angkatan
Sistem Informasi (2022)
Dosen Pendamping Akademik
Tajuddin Abdillah, S.Kom., M.Cs
Usulan Topik
UI/UX Design
Usulan Judul
PERANCANGAN UI/UX TEMA ART/MUSEUM PADA WEB BUILDER MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION DAN DESIGN THINKING DENGAN PENGUJIAN SUS
Alternatif Judul

PERANCANGAN UI/UX TEMA ART/MUSEUM PADA WEB BUILDER DENGAN USER – CENTERED DESIGN , DESIGN THINKING DAN PENGUJIAN SUS 

Permasalahan

Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo memiliki peran dalam pengelolaan sistem web builder terpusat yang digunakan oleh berbagai perangkat daerah, termasuk website Museum Purbakala Provinsi Gorontalo. Sistem web builder ini menggunakan template umum berbasis WordPress yang dapat digunakan kembali oleh beberapa instansi. Berdasarkan observasi pada website Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, ditemukan bahwa tema yang digunakan masih bersifat general-purpose dengan karakteristik menyerupai tema e commerce atau blog, sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan kebutuhan website kategori Art & Museum. Hal ini menimbulkan beberapa permasalahan UI/UX, antara lain:
1. Tampilan detail koleksi menyerupai halaman produk dengan banyak metadata teknis (kode koleksi, ukuran, status) tanpa narasi kuratorial atau storytelling yang memadai, sehingga kurang memberikan nilai edukatif kepada pengguna.
2. Tidak adanya call-to-action (CTA) yang jelas pada halaman utama untuk mengarahkan pengguna ke informasi penting seperti koleksi unggulan, galeri, atau informasi kunjungan.
3. Penggunaan tipografi yang tidak konsisten dari segi ukuran dan jenis font, serta hierarki informasi yang kurang jelas sehingga mengurangi keterbacaan (readability) seperti penggunaan teks rata kanan- kiri (Justified).
4. Blur effect berlebihan pada beberapa elemen gambar dan ikon yang menurunkan kualitas visual dan memberikan kesan tampilan tidak profesional. 5. Layout berita dan koleksi menyerupai katalog produk dengan grid yang padat dan sidebar yang ramai, sehingga fokus pengguna terhadap konten utama menjadi terganggu.
6. Website belum memiliki tema khusus kategori Art & Museum yang menampilkan karakter visual budaya dan identitas museum secara optimal.
Permasalahan tersebut menyebabkan pengalaman pengguna (user experience) yang kurang baik dan mengurangi efektivitas website sebagai media informasi, edukasi, dan promosi Museum Purbakala. Oleh karena itu, diperlukan perancangan tema UI/UX kategori Art & Museum yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem web builder agar dapat digunakan kembali oleh website museum atau galeri lainnya. 

Tujuan

1. Mengevaluasi kondisi UI/UX website Museum Purbakala yang ada saat ini menggunakan metode Heuristic Evaluation untuk mengidentifikasi permasalahan secara sistematis.
2. Menghasilkan template UI/UX kategori art/museum yang responsif dan memenuhi standar usability untuk diintegrasikan pada sistem web builder Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo
3. Merancang alur pengalaman pengguna (user flow) yang intuitif dan efisien pada fitur-fitur utama website menggunakan pendekatan Design Thinking. 4. Mengukur dan membandingkan tingkat usability antara tema desain lama dengan tema desain baru menggunakan metode System Usability Scale (SUS).
5. Menghasilkan high-fidelity prototype interaktif di Figma beserta design system dan dokumentasi implementasi yang siap digunakan oleh tim developer web builder. 

Manfaat

1. Manfaat Teoritis
• Memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu UI/UX dalam konteks web builder pemerintahan.
• Menjadi referensi penerapan metode Design Thinking dalam perancangan tema website kategori Art & Museum di Indonesia.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo:
• Memiliki tema Art & Museum yang tervalidasi secara ilmiah untuk sistem web builder.
• Menyediakan template yang dapat digunakan ulang oleh website museum atau galeri budaya lainnya.
• Meningkatkan kualitas dan standarisasi tampilan website pemerintah daerah.
b. Bagi Museum Purbakala Provinsi Gorontalo:
• Memiliki website yang lebih profesional dan user-friendly untuk meningkatkan engagement pengunjung.
• Meningkatkan visitor experience baik secara online maupun mendorong kunjungan fisik.
• Mempermudah penyampaian informasi koleksi dan layanan museum.
c. Bagi Peneliti:
• Menerapkan ilmu UI/UX, Heuristic Evaluation, dan Design Thinking dalam kasus nyata.
• Mengembangkan portfolio profesional di bidang desain antarmuka.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan gabungan antara Heuristic Evaluation dan Design Thinking, serta pengujian usability menggunakan System Usability Scale (SUS).
1. Heuristic Evaluation Digunakan untuk mengevaluasi tampilan dan fungsi website Museum Purbakala Provinsi Gorontalo yang ada saat ini berdasarkan prinsip-prinsip usability (heuristik Nielsen). Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada aspek User Interface (UI) dan User Experience (UX) seperti navigasi, konsistensi tampilan, keterbacaan informasi, serta kesesuaian desain dengan karakteristik website kategori Art & Museum.
2. Design Thinking Digunakan sebagai metode perancangan tema UI/UX baru kategori Art & Museum dengan tahapan:
• Empathize: memahami kebutuhan dan permasalahan pengguna melalui observasi, wawancara, dan kuesioner.
• Define: merumuskan masalah utama (pain points) berdasarkan hasil evaluasi dan data pengguna.
• Ideate: menghasilkan ide-ide solusi desain dalam bentuk struktur menu dan konsep tampilan.
• Prototype: membuat prototype desain interaktif (high-fidelity) menggunakan Figma.
• Test: menguji prototype kepada pengguna untuk memperoleh umpan balik.
3. System Usability Scale (SUS) Digunakan untuk mengukur tingkat usability dari prototype tema UI/UX yang telah dirancang dan membandingkannya dengan tema sebelumnya secara kuantitatif melalui kuesioner SUS. 

Metode Pengembangan Sistem

DESIGN THINKING

Tahapan Penelitian

1. Heuristic Evaluation: Melakukan evaluasi website Museum Purbakala yang ada saat ini menggunakan 10 prinsip heuristik Nielsen untuk mengidentifikasi permasalahan UI/UX secara sistematis. Hasil evaluasi ini menjadi dasar analisis pada tahap Empathize dalam Design Thinking.
2. Empathize: Melakukan audit desain pada sistem Web Builder saat ini, wawancara dengan pengelola museum, staff Dinas Kominfo, dan pengunjung website, survey online tentang pengalaman pengguna menggunakan Google Forms, observasi perilaku pengguna saat menggunakan website, membuat empathy map, user persona, dan customer journey map.
3. Define: Menganalisis data dari hasil Heuristic Evaluation, wawancara, dan survey, kemudian mengidentifikasi pain points utama terkait UI/UX.
4. Ideate: Melakukan brainstorming solusi, merancang struktur menu yang lebih logis, dan membuat wireframe (kerangka desain) yang mengutamakan hierarki informasi.
5. Prototype: Membuat desain visual (High-Fidelity) yang interaktif di Figma, yang mensimulasikan perbaikan sistem palet warna, sistem tipografi, sistem grid, pustaka komponen, dan pustaka ikon dengan tampilan responsif yang mendukung perangkat mobile.
6. Test: Mengujikan prototype tersebut kepada pengguna untuk mendapatkan umpan balik serta mengukur efektivitas desain baru menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS). 

Tahapan Berkas (dari Admin)
Diterima
Periode Usulan Topik
Februari 2026
Waktu Mendaftar
Kamis, 19 Februari 2026 pukul 08.50