Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia
1.distraksi (gadget berlebihan, konsentrasi menurun)
2. penurunan interaksi social
3. ketergantungan informasi instan
4. kurangnya semangat dan minat belajar Siswa dalam Proses pembelajaran di kelas Smkn 1 Limboto
meningkatkan keterlibatan dan keaktifan siswa, serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar (pemahaman konsep, keterampilan praktis), dan menemukan strategi penggunaan teknologi yang efektif untuk pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan, khususnya dalam bidang kejuruan seperti TKJ.
(Teoritis)
1. Meningkatkan motivasi yang materi lebih menarik dan interaktif.
2. meningkatkan kualitas pemahaman dan keterampilan siswa dengan media visual dan simulasi, yang berdampak positif pada hasil belajar dan relevansi keahliannya di era digital
(Praktis)
1. Dapat digunakan sebagai sarana mengevaluasi hasil pembelajaran
2. Menciptakan Suasana yang menarik, aman dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar siswa.
Metode Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Korelasional atau Asosiatif Kausal, melibatkan pengumpulan data pakai Kuesioner (angket) untuk motivasi dan Dokumentasi (nilai ulangan/ujian) untuk hasil belajar, lalu dianalisis dengan teknik statistik seperti Regresi Linear Sederhana atau Analisis Jalur (Path Analysis) untuk melihat hubungan sebab-akibat, karena tujuannya mengukur pengaruh langsung dan tidak langsung
pendidikan yang mendukung perkembangan sosial, emosional, dan etis siswa. Semantara secara sederhana pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai hal postif apa saja yang dilakukan guru dan berpengaruh kepada karakter siswa yang diajarnya (Samani & Hariyanto, 2013).
Untuk meneliti pengaruh teknologi pembelajaran terhadap motivasi dan hasil belajar siswa Kelas X TKJ, tahapan penelitiannya meliputi Perencanaan (Studi Pendahuluan, Rumusan Masalah, Hipotesis), Pelaksanaan (Populasi & Sampel, Desain Penelitian, Instrumen, Pengumpulan Data), dan Analisis (Analisis Statistik), yang umum mengikuti pendekatan kuantitatif asosiatif menggunakan kuesioner atau tes untuk mengukur variabel teknologi, motivasi, dan hasil belajar, lalu dianalisis dengan teknik regresi untuk melihat hubungan sebab-akibat