1. Meningkatnya transaksi jual beli melalui Facebook Marketplace di Gorontalo belum diimbangi dengan mekanisme pengelolaan risiko penipuan yang terukur.
2. Risiko penipuan yang terjadi belum dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampaknya (impact), sehingga tingkat prioritas penanganan risiko belum dapat ditentukan secara objektif.
3. Belum adanya penerapan kerangka manajemen risiko berbasis standar internasional (ISO 31000) dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko penipuan pada Facebook Marketplace di Gorontalo.
1. Mengidentifikasi risiko penipuan yang terjadi pada transaksi jual beli melalui Facebook Marketplace di Gorontalo.
2. Menganalisis dan mengevaluasi tingkat risiko penipuan pada Facebook Marketplace di Gorontalo menggunakan kerangka manajemen risiko ISO 31000.
3. Merumuskan rekomendasi perlakuan risiko yang dapat diterapkan untuk meminimalkan risiko penipuan pada transaksi Facebook Marketplace di Gorontalo.
1. Manfaat Teoritis: Memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian manajemen risiko pada sistem informasi, khususnya dalam konteks social commerce.
2. Manfaat Praktis:
· Memberikan rekomendasi mitigasi risiko bagi pengguna Facebook Marketplace.
· Menjadi referensi bagi pemerintah atau lembaga terkait dalam meningkatkan literasi keamanan transaksi digital.
· Memberikan gambaran tingkat risiko penipuan berbasis analisis terukur menggunakan ISO 31000.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kerangka manajemen risiko ISO 31000. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna Facebook Marketplace di Gorontalo yang pernah melakukan transaksi, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan nilai likelihood dan impact.
-
1. Identifikasi risiko penipuan
2. Penyusunan instrumen kuesioner
3. Pengumpulan data
4. Analisis dan evaluasi risiko (likelihood × impact)
5. Penyusunan matriks risiko
6. Perumusan strategi mitigasi risiko
7. Penyusunan laporan